Minggu, 21 Juni 2009

Ketika Cinta Bertasbih dalam Kacamata Kylanti



KCB masih kalah dari AAC

Sekitar Januari 2008 lalu, aku direkomendasikan seorang temanku untuk membaca sebuah novel yang katanya bagus banget. Waktu diberi tahu nama pengarangnya, percaya aja kalau novel itu memang bagus karena sebelumnya, aku pernah membaca novel dengan pengarang yang sama, dan membuatku langsung “jatuh cinta”, judul buku itu Ayat-Ayat Cinta (AAC). Ya..ya..ya.. sudah bisa ditebak kan? Buku apa yang direkomendasikan temanku itu. Ketika Cinta Bertasbih (KCB)….itu judulnya.

Setelah membaca, menurutku ceritanya masih kalah sama AAC. Jalan cerita dan keterkaitan antar tokohnya mirip sinetron, tapi masalah pesan agamanya masih patut diacungi jempol. Banyak hikmah yang bisa diambil dari pesan novel KCB, salah satu yang paling berkesan buat aku adalah perempuan yang dilamar ternyata bisa mengajukan keinginan untuk tidak dipoligami sebagai syarat nikah (lengkap dengan dasar hadisnya lagi). Wah, bagian yang satu itu boleh tuch dipraktekkan…hehehehe

Film KCB ternyata jauh lebih bagus

Gak lama setelah aku baca novelnya, aku dengar berita kalau KCB mau difilmkan. Jujur waktu itu, aku gak tertarik. Tapi setelah syuting filmnya sudah kelar dan sering dipublikasikan, aku jadi penasaran. Apalagi waktu dengar soundtracknya yang dinyanyiin Melly Goeslaw dan Ami, ..Gila! bikin merinding….

Akhirnya, aku nonton juga KCB. Bareng-bareng dengan civitas FKG Unair, Jumat 12 Juni 2009, kita nonton KCB di Delta Plaza Surabaya. Aneh, waktu baca novelnya, aku gak sedikitpun menitikkan air mata, tapi begitu nonton filmya, aku tiga kali terharu sampai diketawain sama temanku yang duduk di sebelahku. Padahal, ceritanya sama sekali gak melankolis kayak AAC. Gak tahu kenapa, ternyata kalau melihat ceritanya secara visual langsung, aku jatuh iba sama Azam bahkan sampai nangis. Selain itu, dengan ngeliat langsung ..feel Azam dapat banget..ya, seperti biasa, aku selalu luluh kalau melihat “orang-orang” macam gitu..baik luar dalam..hehehe..

Untuk Film, aku akui KCB lebih bagus dari novelnya. Salut deh, sama kru-kru filmnya. Gak salah kalau penontonnya membludak, mungkin masyarakat Indonesia udah bosen kali ama sinetron Indonesia yang ceritanya amat sangat tidak bermutu Tapi yang bikin aku heran ternyata produser filmnya sama dengan produser sinetron.

0 komentar: