

KCB masih kalah dari AAC
Sekitar Januari 2008 lalu, aku direkomendasikan seorang temanku untuk membaca sebuah novel yang katanya bagus banget. Waktu diberi tahu nama pengarangnya, percaya aja kalau novel itu memang bagus karena sebelumnya, aku pernah membaca novel dengan pengarang yang sama, dan membuatku langsung “jatuh cinta”, judul buku itu Ayat-Ayat Cinta (AAC). Ya..ya..ya.. sudah bisa ditebak
Setelah membaca, menurutku ceritanya masih kalah sama AAC. Jalan cerita dan keterkaitan antar tokohnya mirip sinetron, tapi masalah pesan agamanya masih patut diacungi jempol. Banyak hikmah yang bisa diambil dari pesan novel KCB, salah satu yang paling berkesan buat aku adalah perempuan yang dilamar ternyata bisa mengajukan keinginan untuk tidak dipoligami sebagai syarat nikah (lengkap dengan dasar hadisnya lagi). Wah, bagian yang satu itu boleh tuch dipraktekkan…hehehehe
Film KCB ternyata jauh lebih bagus
Gak lama setelah aku baca novelnya, aku dengar berita kalau KCB mau difilmkan. Jujur waktu itu, aku gak tertarik. Tapi setelah syuting filmnya sudah kelar dan sering dipublikasikan, aku jadi penasaran. Apalagi waktu dengar soundtracknya yang dinyanyiin Melly Goeslaw dan Ami, ..Gila! bikin merinding….
Akhirnya, aku nonton juga KCB. Bareng-bareng dengan civitas FKG Unair, Jumat 12 Juni 2009, kita nonton KCB di Delta Plaza
Untuk Film, aku akui KCB lebih bagus dari novelnya. Salut deh, sama kru-kru filmnya. Gak salah kalau penontonnya membludak, mungkin masyarakat


0 komentar:
Posting Komentar