Jumat, 17 Juni 2011

Ujian Profesi Orto

Alhamdulillah...akhirnya ujian profesi orto, uprof yang paling saya takutin di semester X ini sudah berakhir dengan indah. Yang buat saya tambah senang adalah penguji saya di uprof orto adalah dosen orto favorit saya, drg.Pambudi Rahardjo, Sp.Ort. Di mata saya beliau adalah sosok pengajar yang kaya ilmu tapi tetap low profile, sederhana dan berkharisma. Makanya sejak ada pengumuman uprof orto, saya sudah berangan-angan pengen diuji beliau dan Alhamdulillah kesampaian :). Walau kesampaian, tapi awal begitu saya tahu akan diuji oleh dosen sesenior beliau, saya sempat nervous juga sampe sebelum uprof lisan dengan beliau dimulai, saya ijin ke toilet.

Kurang lebih 20 menit diuji beliau, ditanya-tanya seputar kasus maloklusi dari model studi yang saya dapat(maloklusi kelas I Anlge disertai gigi berdesakan anterior RA serta gigitan terbalik anterior gigi 21 dan 22).Pertanyaan-pertanyaan beliau lebih banyak ke pertanyaan-pertanyaan logik...kalau saya gak bisa jawab, beliau memancing dengan membuat analogi-analogi yang mengarahkan saya untuk menjawab dengan benar. Salah satu bagian yang paling berkesan adalah pertanyaan terakhir :

Dokter : "Dari kasus anda ini, apa indikator yang membuat anda berpikir bahwa kasus ini tidak akan terjadi relaps ?"
Saya : *bingung dengan indikator yang dimaksud beliau*
Suasana hening beberapa saat tiba-tiba beliau nyeletuk
Dokter : "mbak, seandainya saya minta kamu untuk maju lagi. Kamu bisa ?"
Saya : *apa saya disuruh ngulang ujian??* "maaf Dok, maksudnya saya disuruh ngulang?"
Dokter : *ketawa* "maksud saya mba, apa dudukmu bisa majukan lagi ke depan ?"
Saya : "Oh, iya Dok *sambil mendorong kursi dan posisi saya mendekat ke arah meja depan saya*
Dokter : "kalau saya suruh maju lagi, bisa gak ?"
Saya : "tidak bisa Dok karena ada meja"
Dokter : "berarti meja itu menjadi apamu untuk maju ke depan?..sama seperti kasusmu
Saya : "penahan Dok"
Dokter : "berarti penahan di kasusmu itu apa?"
Saya : *diam beberapa saat untuk berpikir* "oh, tumpang gigit Dok"
Dokter : "nah, iya..kalau gigitan terbaliknya sudah terkoreksi dan sudah didapatkan tumpang gigit maka akan jadi penahan biar tidak terjadi relaps"
Dan ujian profesi pun diakhiri. Hasilnya Alhamdulillah, saya lulus :D..terima kasih Allah. Terima kasih dokter Pam, eyang, mama dan teman2 yg udah mensupport :)

0 komentar: