
Alhamdulillah..bersyukur banget akhirnya bisa menyelesaikan profesi dokter gigi di FKG Unair. Setelah berjuang selama kurang lebih 5 tahun dengan teman-teman sesama angkatan 2006, akhirnya saya dan teman-teman berhasil keluar dari tempat yang sudah membuat kami ibarat naik turun jungkir balik gulung-gulung jatuh bangun di tangga. Kedengarannya emang agak sedikit lebay dibilang begitu tapi faktanya memang begitulah hidup kami FKG.
Pertama kali diterima di FKG Unair lewat jalur SPMB tahun 2006 adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari-Nya. Bersyukur banget bisa diterima di PTN dan fakultas ternama di Surabaya. Walaupun sebenanrnya FKG Unair adalah pilihan kedua saya setelah FK Unair. Tapi keterima di FKG, saya anggap sudah takdir saya dam saya sangat bersyukur. Awal masuk, ga ada bayangan sama sekali dengan apa yang akan saya alami dan hadapi di sana..yang ada di benak saya saat itu hanya bayangan "saya calon dokter gigi".
Empat semester awal adalah masa senang-senang di FKG. Belum ada klinik dan nyari-nyari pasien ...yang ada cuma kuliah-kuliah dan preklinik tanpa pasien.
Semester berikutnya, dimulailah dunia FKG yang sebenarnya dan ini berlanjut sampai semester terakhir (semester 10). Dunia FKG yang penuh dengan requirement klinik, mencari pasien. Sebenarnya sih requirement kliniknya ga terlalu berat tapi mencar pasien yang sesuai denga requirement itu yang agak berat hehehe.
Mencari pasien adalah salah satu "kenangan" yang paling "berkesan" di FKG..kenapa??
karena mencari pasien adalah hal yang penuh perjuangan *bila mencari pasien sendiri*. Saya masih ingat banget waktu saya masih semester 6 dan mencari pasien cabut untuk klinik Bedah Mulut I. "Saat itu saya dan beberapa sahabat saya, drea, manda, nari, dania, mencari-cari pasien bedah mulut dari gang ke gang dengan jalan kaki di sekitar kedung tarukan, kedung sroko dsb mulai dari pagi sampe hampir sore tapi ga dapat-dapat. Manda, dania dan nari sore itu menyudahi pencarian mereka karena ada urusan lain. Sementara saya dan drea masih melakukan pencarian dan kami pindah ke daerah gubeng masjid (agak jauh dari lokasi sebelumnya bila jalan kaki). Kami mencari pasien cabut smape sekitar jam 7 malam. Dan hasilnya NIHIL. Hari itu belum rejeki kami dan kami gak dapat pasien satu pun hahahaha *sekarang bisa ketawa, kalau dulu nangis*". Intinya mencari pasien di FKG itu amat sangat gak mudah.
Itu hanya sebagian kecil dari pengalaman "seru" mencari pasien. Kalau sudah dapat pasien yang sesuai dengan requirement klinik adalah hal yang paling menggembirakan bagi kami. Tapi kegembiraan itu gak selalu berlanjut sampe requirement selesai. Di tengah perjalanan klinik, akan selalu ada "kerikil-kerikil" yang mengganggu. Salah satunya adalah kadang pasien macet di tengah jalan padahal perawatan sudah hampir selesai atau sudah lebih separoh jalan. Kalau hal itu sudah terjadi, maka kami spontan untuk memohon-mohon pada pasien tersebut agar mau melanjutkan perawatan dengan cara membujuk pasien itu, mendatangi rumahnya, sampai kadang kami meingiming-imingi menaikkan jumlang uang transport *note : pasien-pasien kami rata-rata kami yang menaggung biaya trasnport ke fkg dan biaya perawatannya*. Dengan sangat ikhlas kami melakukan itu semua agar requirement terselesaikan. Reaksi dari pasiennya macam-macam ada yang tergerak hatinya dan mau melanjutkan perawatan adan ada juga yang tetap bersikukuh untuk berhenti.
Kadang cobaan gak hanya datang dari pasien, tapi bisa juga dari dosen. Ada dosen yang galak dan suka nyari-nyari kesalahan mahasiswa bahkan ada yang gak segan mengeluarkan kata-kata kasar pada kami. Gak bayangin kalau sudah capek belajar dan bekerja di klinik terus dimarahin dosen pasti nelangsa banget hehehe.
Sebenarnya marahnya dosen-dosen kebanyakan marah mendidik kok (marah karena emang mahsiswanya yang salah) walau ada juga dosen yang marahnya ngawur (tapi yang tipe ini cuma dikit banget).
Ya itulah serba-serbi kehidupan mahasiswa FKG yang ga terlupakan.
Terima kasih untuk semua dosen-dosen FKG Unair yang sudah mendidik kami selama 10 semester...
terima kasih teman-teman untuk kebersamaaannya dalam senang dan sedih...
terima kasih untuk semua pasien-pasienku yang rata-rata sangat kooperatif ....
semoga kita semua sukses besar :D


0 komentar:
Posting Komentar