Minggu, 07 Agustus 2011

Berbagi Cerita Menghapus Galau

Galau sudah menjadi makanan sehari-hari penduduk bumi terutama para pejuang, lakon dan fakir asmara.....

Saat galau maka manusia itu akan menjadi labil dan ketenangan batinnya terganggu, bahkan bisa mellow sampai nangis dan ujung-ujungnya yang kena imbasnya adalah social network karena kalau sudah galau, timeline twitter/fb atau bbm akan menjadi tempat pelampiasan. Selanjutnya orang-orang yang anti-galau akan merasa risih dan si galauer akan jadi bahan ejekan.

Meskipun begitu, galau tidak bisa dikatakan sebagai sesuatu yang negatif karena galau adalah hal yang sangat manusiawi sama seperti marah saat disakiti atau menangis saat terluka. Semua orang pasti pernah galau TAPI yang penting adalah bagaimana kita bisa mengendalikan perasaan dan emosi kita saat galau sehingga kita bisa mencari "pelarian" dari galau tanpa harus membiarka kegalauan itu terus menjadi-jadi dan akhirnya mengeluarkan semuanya di timeline twitter/fb/status bbm. Mneurut saya kalau cuma nulis satu dua status atau tweet itu masih wajar tapi kalau semenit atau lima menit sekali ganti status yang berbau galau...rasanya itu sedikit tidak sehat.

Saya sendiri pernah mengalami masa-masa yang sangat galau. Saat itu sekitar pertengahan tahun 2010, timeline twitter saya berhari-hari penuh dengan luapan kegalauan. Setelah sadar, saya sangat malu dengan apa yang sudah saya tulis dulu. Saya sadar tidak perl\lu semua orang tahu apa yang ada di hati saya, dan sikap kayak gitu gak beda jauh dengan gaya anak ababil.
Sejak saat itu saya mulai belajar untuk bisa memanage diri agar bisa mengendalikan diri saat galau melanda...salah satunya adalah dengan mencari kesibukan atau aktifitas yang saya senangi untuk pelarian atau mencari artikel atau bacaan yang bermanfaat (dari bacaan-bacaan itu kita bisa menemukan banyak sekali solusi-solusi permasalahan diri). Lalu Malam harinya dipakai untuk curhat ke Allah. Hasilnya ngefek banget, sejak saat itu frekuensi menggalau saya di twitter jauh berkurang.

Walaupun kiat saya belum tentu bekerja untuk semua orang...intinya bila ingin berubah menjadi lebih baik,,,semua kembali ke niat ..kalau niatnya tulus dan besar, pasi ada jalan:D

0 komentar: