Senin, 24 Maret 2014

Kasus Lesi Periapikal 1

Ada pengalaman berkesan saat praktek pagi di  Poli Gigi Kusuma Medical centre, Sabtu, 22 Maret 2014  #latepost. Untuk pertama kalinya dalam kasus pencabutan gigi, saya menemukan lesi periapikal yang bentuk dan ukurannya cukup menarik buat saya share. Ilustrasinya begini :

Pasien laki-laki, 38 tahun, datang dengan keluhan tidak nyaman dengan sisa akar gigi belakang kiri atasnya sehinga pasien ingin giginya tersebut dicabut. Menurut cerita pasien gigi tersebut tidak pernah terasa sakit mulai dari pertama kali berlubang sampai tinggal akarnya.

Dari pemeriksaan klinis terlihat gangren radiks 24. Tes druk -, jaringan sekitar normal. Oleh karena itu, saya menyimpulkan diagnosa klinisnya adalah periodontitis kronis 24 ec karies. Rencana perawatannya pun ekstraksi gangren radiks 34.

Selanjutnya saya  melakukan prosedur anaestesi lokal. Setelah timbul rasa kebas pada gusi regio 34 pasien, saya pun mulai melakukan gerakan rotasi- luksasi pada gigi 34 dengan tang sisa akar rahang atas. Setelah digerakkan, sisa akar gigi masih tidak bergerak juga dari soketnya. Saya terus mencoba unyuk mengeluarkan sisa akar tersebut tapi tetap saja tidak mau keluar. Akhirnya saya melakukan pemisahan antara akar bukal dan palatanya dengan bur untuk mempermudah pengangkatan sisa akar gigi tersebut. Setelah akar bukal dan palatal terpisah saya menggunakan bein untuk mengangkat sisa akar bukal gigi 34 terlebih dahulu. Sisa akar palatalnya pun goyang tapi masih sukar banget dikeluarkan. Akhirnya saya memasukkan bein lebih dalam lagi. Setelah berusaha akhirnya sisa akar bukalnya pun terangkat dan ternyataa....jreng-jreng...ada lesi periapikal pada akar palatalnya.  Lesi periapikal berupa masa berbentuk bulat seperti bola, diameter sekitar 0, 9 cm, konsistensi kenyal seperti balon berisi air jadi kalau ditekan bentuknya balik ke semula. Lesi periapikal ini jelas merupakan bentukan infeksi kronis yang sudah berupa dental granuloma yang lebih mengarah ke suspect kista radikuler tapi belum bisa dipastikan lesi itu kista atau bukan karena kan diagnosa kista hanya bisa ditegakkan lewat pemeriksaan HPA.

Saya melanjutkan mengangkat akar palatalnya. Nah akar palatalnya ini lebih keras dibandingkan akar bukalnya karena ternyata terdapat ankylosis pada sisi distal akar tersebut. Akhirnya saya pun melakukan pemisahan dengan bur lalu saya angkat dan sisa akar palatalnya pun keluar. Ternyata di apikal akar palatalnya juga terdapat lesi periapikal tapi ukurannya lebih kecil dari lesi periapikal bukal. Bentuknya juga gak sebulat lesi bukal. Setelah seluruh akar terangkat dan soket dikuret. Pasien pun disuruh gigit kasa pulang dan diberi intruksi post ekstraksi. 

Setelah pasien pulang, saya sempatin memoto sisa akar gigi 34 dan Ini dia gambarnya :


                                                   Ket : kiri akar palatal 34, kanan akar bukal 34

Ini cerita praktek saya yang pertama kali saya sharing di blog saya. Ternyata menyenangkan juga :) :D

Semmoga berikutnya bisa lebih sering sharing kasus dan cerita pasien di sini....

Happy working and have a nice day! ;)

0 komentar: