Minggu, 13 April 2014

Anak Desa Masuk Kota

Ini sudah hari keempat cuti pertama saya. Merasakan lagi kehidupan kota Surabaya yang panas dan konsumtif. Masih ingat gimana sensasinya saat pertama kali saya jalan-jalan di Surabaya 2 hari lalu. Satu setengah bulan hidup di desa yang sehari-harinya pemandangan saya hanya berkutat antara gunung, rumah adat, bus-bus tambang, pegawai-pegawai tambang yang laku lalang di jalan raya dan pastinya suasana klinik. Jadi begitu melihat kota yang penuh dengan  gedung-gedung bertingkat,kemewahan,  kemacetan,  ...rasanya "Amazing" wkwkwk.

Tiga hari berturut-turut ini saya jalan-jalan terus di Surabaya. Ibarat "balas dendam" setelah puasa, selama jalan-jalan saya puas-puasin untuk menikmati kehidupan asal saya sebelumnya. Belanja, nonton, nongkrong, wisata kuliner, reunian dengan sahabat dan sebagainya. Makasih banget buat sahabat-sahabat saya, Amanda, Dania, Nadia, Nunik Mala, yang kemaren udah menyempatkan waktunya ketemuan karena menyambut kedatangan saya dari Batu Kajang. (Love you all :*)

Liburan saya masih cukup panjang. Surabaya bukan destinasi akhir liburan kali ini tapi masih ada Malang dan Batu.

***
Apa yang saya rasakan dari liburan ini adalah saya berasa sudah jadi anak desa masuk kota. Padahal aslinya saya lahir dan besar di kota. Baru satu setengah bulan meninggalkan kota aja udah kayak gini hahaha.

ALHAMDULILLAH tapi saya bersyukur bisa mengenal dua kehidupan yang berbeda, kehidupan di desa dan di kota...dan saya bahagianya di keduanya :)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

hi ini bagas , aq ngikuti blog kamu ya,abis kamu lucu sih (^^)v