Dini hari jam 8 Agustus 2009, sekitar pukul 02.00, mata saya masih menatap berita di Tvone. Rasa kantuk yang luar biasa, saya lawan karena rasa penasaran yang begitu besar pada penyergapan Noordin M Top di Temanggung, Jawa Tengah. Hati saya rasanya sudah tidak sabaran melihat gembong teroris itu ditangkap oleh Densus 88. Jam 03.00, saya sudah tidak bisa melawan rasa kantuk itu dan akhirnya menyerah tidur. Pagi-pagi sekitar jam 07.00, orang-orang di luar kamar ramai membicarakan penangkapan Noordin M Top yang sedang ditayangkan di Tv. Akhirnya suara-suara orang di luar turut membangunkan saya yang sedang terlelap. Saya langsung berlari keluar tuk mencari jawaban akan penasaran apakah Noordin M Top sedah behasil ditaklukkan apa belum.
Ternyata saat itu tim densus 88 masih berjuang di sekitar rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian Noordin M Top. Pagi itu, kami sekeluarga menonton TV, menunggu hasil penyergapan yang sangat ditunggu-tunggu warga Indonesia itu. Berjam-jam tidak ada perkembangan yang signifikan sampai akhirnya satu per satu saudara dan oom saya meninggalkan acara itu dan memilih melakukan aktivitas lain. Sementara saya tidak, saya masih bertahan di depan TV menunggu kepastian itu.
Melihat secara live penyergapan yang dilakukan Tim Polisi Antiteror, Densus 88, seperti menyaksikan sebuah film action. Suara desingan peluru yang bertubi-tubi, bunyi kaca pecah, barang meledak terdengar begitu jelas. Belum lagi aksi dari para polisi itu sendiri yang tidak kalah seru. Ditambah lagi dengan kemunculan sebuah robot yang merupakan robot pendeteksi bom semakin membuat tayangan ini menjadi menarik untuk diikuti.
Setelah berjam-jam bertengger di depan TV, akhirnya sekitar jam 10.00(Waktu Indonesia Bagian Jam Meja Rumahku) tapi jam 09.55 menurut TV, polisi sudah memasang police line sebagai tanda pertarungan sudah berakhir. Tagline berita di TV menyebutkan bahwa Noordin M Top telah tewas saat sembunyi di kamar mandi. Saya langsung heboh mendengarnya dan mengumumkannya ke anggota keluarga saya yang lain di rumah saya yang tidak melihat acara itu. Tak lama, saya mengambil HP saya dan membuka twitter saya....ternyata status following saya di twitter sudah bersorak atas terbunuhnya Noordin M Top oleh tim Densus 88 dan mengeluh-eluhkan kehebatan Densus 88.
Sebagian besar rakyat Indonesia gembira mendengar Noordin M Top telah tewas mengingat betapa banyaknya luka, derita dan ketidakamanan yang diakibatkan oleh Noordin dan koloni-koloninya melalui aksi teror bom.
Tapi sayang kegembiraan itu hanya sementara setelah keesokan harinya berita menyebutkan bahwa kematian Noordin hanyalah sebuah dugaan bukan kepastian. Apalagi dugaan kalau yang terbunuh di sebuah rumah di Temanggung itu bukan Noordin semakin kuat. Sebenarnya kejanggalan sudah kelihatan dari awal penyergapan. Awalnya saya dengar ada tiga orang yang berada di rumah tersebut dan terakhir disebutkan cuma ada satu orang. Lalu, menurut salah satu sumber jaringan Azhari-Noordin selalu menggunakan rompi bom saat dalam keadaan bahaya.
Belum ada yang tahu kepastian identitas orang itu apa dia Noordin atau bukan. Sekarang kepastian itu menunggu hasil tes DNA yang keluar dua minggu lagi. Saya rasa banyak yang berharap hasilnya memang benar-banar Noodin M Top. Tapi kalau bukan, Noordin sekarang pasti sudah tertawa terbahak-bahak menertawakan bangsa Indonesia terutama Tim Densus 88...dan ini pertanda terorisme masih menjadi ancaman besar buat bangsa Indonesia...NaadzubillahHiminzalik...
but Noordin, if u still alive, u have to know that Indonesia is not affraid!!!!!
Selasa, 11 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar