Jumat, 21 Oktober 2011

Surabaya Panas, Tanaman Menderita



Surabaya panas itu udah biasa tapi beberapa hari ini panasnya makin "menggila" apalagi kalau siang hari, minta ampun panasnya. Saya pernah mengeluh gara-gara panas yang luar biasa ini, rambut saya jadi kering, bibir saya jadi kering dan pecah-pecah padahal rambut udah dikasih kondisoner, bibir juga rutin diulasin madu dan lip butter. Saya menyesal udah ngeluh kayak gitu karena ternyata ada makhluk hidup lain yang jauh lebih menderita karena kemarau panjang ini......



Di halaman rumah eyang, tempat tinggal saya sekarang, banyak sekali tanaman-tanaman hias dan tumbuhan hijau. Sebelumnya saya nyaris tidak pernah merawat mereka, menyiram mereka saja tidak pernah kecuali kalau disuruh eyang.

Sejak panas "gila-gilaan" yang melanda Surabaya, saya memandang halaman rumah eyang sudah tidak lagi sehijau dulu. Beberapa bagian dari daun-daun tanaman itu mengering, gersang, mengenaskan. Terutama tanaman Bougenville yang di nangkring di depan pagar rumah. Setiap pulang sehabis bepergian, mata saya spontan mengarah ke tanaman bougenville yang tertanam di pot putih itu sebelum masuk ke rumah. Tanaman yang tadinya berbunga merah jambu itu semakin lama semakin menguning, mengering dan akhirnya mati. Pemandangan yang miris.

Sejak itu saya jadi tergerak untuk rajin menyiram tanaman di halaman rumah ... ga tega kalau harus ada tanaman yang mati lagi karena kekurangan air alias kekeringan *ada hikmahnya juga ya cuaca panas ini :p *

Oh iya, dengan panasnya Surabaya ini saya jadi berpikir...apa tumbuhan hijau di Surabaya udah jauh berkurang...apa pohon-pohon tua di Kota ini banyak ditebang? apa mungkin jumlah tanaman hijau ga sebanding dengan jumlah mall-mall dan mobil-mobil yang semakin menjamur. Entahlah

1 komentar:

siesti mengatakan...

eh, gista punya blog.. iya, bener banget gis panas betul Surabaya belakangan ini.. *kipas-kipas