Dunia mungkin memandang mereka sebagai orang kecil yang ternomerduakan, tapi sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan semangat yang besarnya bisa melebihi kami orang-orang yang serba berkecukupan.
Contohnya kisah nyata ini :
Namanya adalah Sri. Sudah seminggu ini, dia bekerja sebagai PRT tidak tetap di rumah eyang (rumah yang saya tinggali sekaran) menggantikan pembantu eyang yang asli sedang cuti. Sri memang sudah biasa dipanggil eyang untuk bekerja di rumah tiap kali pembantu eyang berhalangan bekerja. Dia adalah istri dari penjual sayur yang sudah 31 tahun menjadi langganan sayur eyang. karena itu, keluarga eyang sudah lama mengenal keluarga mereka. Keluarga yang sangat sederhana dan sering ditempa masalah ekonomi dengan menggantungkan hidup dari penghasilan suami sebagai tukang sayur dan istri yang buruh sebuah pabrik plastik dan juga sering menyambi menjadi PRT tidak tetap.
Kesan pekerja keras sangat terlihat dari sosok sri. Dengan tubuh yang layak disebut tulang berbalut kulit, dia sanggup melakoni semua pekerjaan halal yang bisa dilakukannya untuk menunjang ekonomi keluarganya. Bayangkan saja, dia bekerja di buruh pabrik dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam. Setelah itu dia pulang ke rumahnya untuk mengurus keperluan rumah tangganya dan tidur sekitar jam 11 malam. Antara jam 2 sampai setengah 3 pagi, dia berangkat kerja ke rumah eyang untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Anehnya, wajahnya tak pernah sekalipun menunjukkan kesan mengeluh dan lelah malahan saya yang bertugas membuka pintu pagar setiap tengah malam dia datang yang sering mengeluh ngantuk. Saya sampe heran kok ada wanita begitu perkasa cuma tidur 3 sampai 4 jam perhari tapi masih kuat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang menguras tenaga?????...Saya pernah bertanya pada Sri tentang itu, dan dengan sangat santai dia menjawab sambil tersenyum, "Ya mbak, namanya cari uang untuk hidup keluarga, yang penting halal saya selalu kuat". Saya salut dengan keteguhan dan ketulusan Mba Sri ini, yang kaya belum mampu setegar ini, justru karena terlalu biasa dimanjakan dengan fasilitas, kami orang-orang yang mampu justru sering melemahkan potensi-potensi kuat kami.
*Ini bukan acara "Jika Aku Menjadi lho ya" hihihi
Senin, 07 November 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar