Selasa, 09 Desember 2008

Novel Khaled Hosseini part 2


"Potret Kehidupan Sosial Politik Afghanistan yang Menguak Sisi Kemanusiaan"
Pengarang: Khaled Hosseini
Tebal : 516 halaman
Penerbit: Qanita-Mizan Grup
Tahun Terbit: 2008


Siapa pun takkan bisa menghitung bulan-bulan yang berpendar di atas atap, ataupun seribu mentari surga yang bersembunyi di balik dinding”
-Puisi dari Saib e Tarbidzi-

A Thousand splendid Suns, novel berlatar sosial-politik Afghanistan yang terinspirasi dari puisi “Saib e Tarbidzi”. Novel ini, benar-benar menyayat hati, merangsang emosional, dramatis, tragis tetapi membangkitakan inspirasi. Pesan di dalamnya mengingatkan kita akan judul buku R.A Kartini, “Habis gelap terbitlah terang”, dalam pudarnya sebuah asa muncul seribu mentari surga di hadapannya.


Mariam lahir dari rahim seorang ibu yang menyebutnya harami. Kehadirannya lantaran hubungan gelap Jalil, seorang pengusaha kaya raya, dengan ibunya yang tak lain bekas pembantu Jalil. Tiap Kamis, Jalil mengunjungi Mariam yang tinggal berdua dengan ibunya di kolba, sebuah gubuk kecil di seberang sungai, di sebuah bukit Kota Herat. 4.Kehadiran Jalil membuat Mariam yang lugu merasakan menemukan cinta yang ia merasa tak pernah didapatkan dari ibunya hingga akhirnya membawa Mariam pada impian-impian untuk hidup bersama Jalil agar tiap hari merasakan kasih sayangnya, merasakan kehangatan sebuah keluarga dengan ibu dan saudara-saudara tirinya di Herat.


Tiap kali hendak meninggalkan kolba, ibunya selalu mengancam akan bunuh diri dan berkata bahwa Mariam tak akan punya siapa-siapa lagi karena tak akan ada lagi yang peduli padanya. Ancaman ibunya tak mampu memadamkan impian Mariam. Suatu hari secara diam-diam, Mariam meninggalkan kolba menuju rumah ayahnya. Harapan Mariam tuk mendapat sambutan dengan tangan terbuka oleh ayahnya ternyata sangat bertolak belakang dengan yang dibayangkannya. Di malam hari yang dingin, Mariam bagai anjing tersesat, tidur di depan pagar yang besar dan menjulang tinggi milik sebuah rumah mewah ayahnya. Ayahnya bahkan tak memberi kesempatan sekalipun bagi Mariam tuk masuk dan bertemu dengannya.


Sepulang dari Herat, Mariam dikejutkan dengan ibunya yang tewas gantung diri. Sejak saat itu sontak kehidupan Mariam berubah. Hidup di tengah-tengah orang yang menolak kehadirannya. Pasrah akan pernikahan yang dipaksakan. Suami yang menjadi mimpi buruk, mereggut segala kebebasan dan kebahagian Mariam. Hingga kehadiran seorang gadis perlahan mengubah segalanya. Membawa titik terang bagi kehidupan Mariam yang kelam, mengenalkannya arti sebuah cinta. Sebuah cinta yang tulus yang telah membuatnya dapat merasakan arti kebahagiaan dunia.

0 komentar: