Gara-gara terkena sinusitis maksilaris lima tahun lalu (2003), aku jadi peka banget sama alergen kayak debu, perubahan cuaca yang ekstrem dan apa aja yang merangsang hidung untuk bersin, bisa debu, bulu, dll. Begitu terkena benda-benda itu, aku langsung bersin lalu (maaf) meler. Akhirnya dalam sehari, aku hampir gak bisa lepas dari yang namanya tissue.(tissue has become my invisible best friend) Hehehe…....... (^_^*)...
tissue is my invisible best prenzzApalagi kalau di luar rumah terutama di jalan raya, di kampus, debunya banyak banget. Belum lagi AC kelas di kampus, dingin banget tapi kotor, jadi kalau di kelas aku sering ngerasa gak nyaman, gak konsen karena hidungku tiba-tiba buntet (buntu). Kalau udah kayak gitu, rasanya cukup tersiksa. Kalau lendirnya gak dikeluarin, kepalaku jadi berat dan pusing. Akhirnya mau gak mau, dan dengan sangat terpaksa harus dikeluarin di depan teman-teman.
Malu??? awalnya iya, abis gak enak juga sama teman-temanku, mungkin aja mereka jijik, tapi mau gimana lagi kan gak mungkin aku bolak-balik kelas-kamar mandi, sementara dosennya lagi enak-enaknya ngajar....Entar jadi pembicaraan dosen, “ada lho anak angkatan 2006 yang kerjanya ke kamar mandi terus, kenapa yach dia? Jangan-jangan ada gangguan pencernaan gitu”. Oh tidak…tidak…
Karena udah terlalu sering, akhirnya teman-temanku kebal juga kok. Buktinya gak ada yang protes sampe sekarang. Lagian aku juga memberi keuntungan buat mereka, aku kan ladang tissue, jadi kalau ada yang butuh tissue, entah buat ngelap keringat, ngelap meja atau ngelap airmata, tinggal minta ke aku, dijamin ada. ....Hehehe.....Selain itu, kalau mau ‘buang hajat’ (bukan ‘pup’ yach tapi hajat yang dimaksud (maaf) adalah ingus), aku permisi sama mereka.
Saat bebas dari pilek, aku merasakan hari-hariku begitu berbeda dari biasanya. Tak ada tissue, tak ada (maaf) meler, pernapasan lega, tapi aku tetep takut kucing (gak nyambung)…
Kalau udah musim pancaroba kayak sekarang ini, flu-ku kambuh-sembuh…kambuh sembuh. Kenapa??? Ini semua karena orang-orang di sekitarku juga pada pilek. Jadi pada saat aku sembuh, terus ke kampus ada temen yang sakit, dua atau tiga hari berikutnya, aku pilek lagi atau kalau di rumah ada yang pilek, hanya dalam hitungan hari, aku juga udah terkena flu. Dengan kata lain, aku peka banget dengan yang namanya flu atau pilek. Akhirnya satu yang tak bisa lepas, “Tissue”.
Kalau udah musim pancaroba kayak sekarang ini, flu-ku kambuh-sembuh…kambuh sembuh. Kenapa??? Ini semua karena orang-orang di sekitarku juga pada pilek. Jadi pada saat aku sembuh, terus ke kampus ada temen yang sakit, dua atau tiga hari berikutnya, aku pilek lagi atau kalau di rumah ada yang pilek, hanya dalam hitungan hari, aku juga udah terkena flu. Dengan kata lain, aku peka banget dengan yang namanya flu atau pilek. Akhirnya satu yang tak bisa lepas, “Tissue”.
Karena itulah, salah satu do’a yang paling sering aku panjatkan pada Allah SWT adalah mohon kesembuhan dari penyakit kambuhan pilek. Amin Ya Rabbal Alamin.



0 komentar:
Posting Komentar