
Tahu gak kenapa di dunia ini tidak adil, ada yang kaya dan ada yang miskin?
Humm…entah jawaban apa yang ada di otak kalian ketika membaca pertanyaan ini.
Tanpa bermaksud menyiarkan keyakinan yang saya anut, saya hanya ingin sekedar sharing tentang anjuran di agama saya mengenai manfaat pemberian 2,5% dari harta yang dimiliki untuk fakir miskin. Miskin di sini kita asumsikan sebagi orang yang pengeluarannya lebih besar daripada penghasilan dan fakir adalah orang yang gak punya atau harta yang sangat minim sekali.
Coba bay
angkan seandainya setiap manusia kaya atau minimal berkecukupan di bumi ini memberikan 2,5%nya saja dari harta/penghasilannya setiap bulan kepada fakir miskin, bisa dipastikan gak ada manusia yang mati karena kelaparan...gak ada manusia yang berpakaian compang-camping dan lusuh...gak ada manusia yang harus utang hanya untuk beberapa tablet obat generik....gak ada anak yang harus putus sekolah...
Mungkin beberapa orang takut miskin kalau memotong uangnya sebesar 2,5 padahal memberikan 2,5% itu gak akan buat kita rugi dan miskin karena 2,5% itu hanya sejumlah kecil dan itu memang hak mereka...lagian bukannya dengan memberi 2,5% itu kita malah makin kaya pahala dan saudara....(n_n*)
Coba dech dari sekarang bagi kita yang mampu, membiasakan diri dengan memberi 2,5% buat fakir miskin...gak banyak kok yang harus dikeluarkan tapi manfaatnya besar buat yang membutuhkan...
Notes: tapi 2,5% ini gak berlaku kalau uang kita jumlahnya pas untuk suatu keperluan. Mi
salnya kalian mau bayar SPP sebesar 2.00.000, terus ortumu ngasih kamu uang sejumlah itu. Nah, khusus untuk kasus semacam ini, gak wajib ngasih 2,5% kan kalau kamu potong, kamu gak bisa bayar SPP..hehehe..
Ow iya di Indonesia sendiri yang masih banyak orang miskinnya gimana yach?
Bayangkan....koruptor-koruptor di negara kita yang mengkorupsi uang negara hingga triliunan rupiah....2,5% dari 1 triliun saja, 25 juta rupiah...dengan uang segitu sudah bisa buat menolong ribuan manusia miskin di Indonesia. Sementara mereka hanya menikmati uang itu untuk kepentingan sendiri...sayang sekali! Padahal seandainya mereka gak tamak dan rakus mungkin masyarakat Indonesia gak ada yang berada di bawah garis kemiskinan.


0 komentar:
Posting Komentar