Sabtu, 11 Juli 2009

Berbicara Sedikit Tentang Fobia

Fobia atau phobia merupakan ketakutan berlebihan terhadap suatu hal atau fenomena. Fobia ini terjadi karena amygdala (bagian dari sistem limbik otak --> bagian yang mengatur prilaku manusia) memproduksi hormon yang mengontrol rasa takut dan agresi.

Sejak kita lahir, rasa takut itu sudah ada dalam diri kita masing-masing karena rasa takut merupakan respon emosional pertama yang didapat saat kita lahir. Seiring dengan bertambahnya usia kita, seluruh organ tubuh kita juga berkembang dan tumbuh, dan karena kemampuan dan kapasitas otak kita juga berkembang, maka normalnya rasa takut itu juga akan menurun. Nah, amydala lah yang berperan dlm proses ini. Tetapi, karena sebab tertentu misal rasa takut yang tak teridentifikasi penyebabnya maka fungsi amygdala tuk mengontrol rasa takut terganggu sehingga rasa takut itu terus tertanam di otak. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya fobia.

Ada banyak sebab yang bisa membuat orang menjadi fobia terhadap sesuatu, antara lain karena trauma psikis&fisik, lingkungan(keluarga, pendidikan, sosial), dan kesenjangan antara persepsi/harapan dan kenyataan.

Selama kita tahu hal yang menyebabkan kita menjadi fobia terhadap sesuatu itu, terapinya semakin mudah. Tapi asal ada kemauan dan usaha.

Aku dan fobia kucing

Aku sendiri fobia kucing. Dari kecil sampai sekarang, aku takut banget dengan yang namanya kucing. Banyak teman2ku yang ngira kalau aku pernah punya trauma buruk sama kucing. tapi aku yakin kalau aku gak pernah punya trauma yang sampai bikin aku benar2 takut sama kucing. yang ada, aku punya trauma benci banget sama kucing karena waktu aku kelas 3 SD dulu, ada kucing gila yang sering membuat kekacauan di rumahku. Tapi bisa jadi pengalaman itu yang buat aku takut sama kucing. Tetapi setelah aku pikir2 lagi (agak konyol niy), aku fobia kucing karena aku selalu berharap kucing itu adalah hello kitty yang lucu, pinky, tak berbulu, dan gak manja...tapi sayangnya kucing di dunia ini gak ada satupun yang kayak hello kitty bahkan kucing yang harganya miliaran rupiah. Temanku pernah ada yang mencoba bantu aku tuk ngobatin fobia ini dengan menyarankan aku tuk menganggap kucing itu adalah hello kitty biar aku gak takut lagi. Tapi sayangnya, otak dan mataku masih gak bisa dibohongi kalau kucing itu gak lucu kayak hello kitty. Apapun la yach...yang jelas (ini jujur) aku juga pingin "sembuh" dari fobia kucing ini. Semoga.

2 komentar:

dewinur mengatakan...

wah, takut kucing ya? saya malah suka banget sama kucing. hhe :)

Anonim mengatakan...

mbak(maaf klw panggilnya mbak-hehe), bisa jelasin lebih rinci lagi gak tentang hubungan biologi sama fobia