Tadinya kupikir dengan adanya talent show penyanyi cilik, maka generasi anak-anak Indonesia yang menyanyikan lagu dewasa akan berakhir. Nyatanya, sampai sekarang promo album anak-anak belum keliatan gregetnya malah anak-anak kecil jaman sekarang semakin jadi menyanyikan lagu orang dewasa.
Ini ada beberapa fakta di sekelilingku yang membuat prihatin ngeliat kondisi anak sekarang :
- Awal keprihatinan ini bermula lima tahun yang lalu. Adek sepupuku, Chika, yang waktu itu masih berumur lima tahun dengan lancarnya menyanyikan lagu Hampa (Ari Lasso). Sampe sekarang si Chika(9) masih doyan sama lagu orang-orang dewasa malah seleranya sempat nggak banget, dia ngefans “Kenjen”band...Idih!!!.
- Sepupuku yang lainnya lagi, Wyneth (3), punya satu album CD yang berisi 20 lagu terfavoritnya. Diantara 20 lagu itu, cuma ada tiga lagu anak-anak, sedangkan lainnya lagu orang dewasa. Sekarang ini Wyneth paling seneng sama lagu“Jangan-jangan”alias PUSPA ST12 dan Harmoni (PADI).
- Dua adik sepupuku yang lainnya lagi, Kika(6) dan Bifa(4), sekarang udah mulai nyanyi lagu orang dewasa dan mereka tlah menjadi pecinta Afghan. Padahal, dulu ortunya paling ngelarang kalau anak-anaknya nonton ama nyanyi lagu orang dewasa. Mungkin om dan tanteku udah angkat tangan, karena di TV-TV cuma muterin lagu-lagu orang dewasa.
- Temen-temenku yang udah punya ponakan, ngeluh hal yang sama: Ponakan-ponakan mereka cuma tahu lagu-lagu orang dewasa.
- Talent show penyanyi cilik yang paling ngetop di Indonesia, I*o*a c*l*k, 90% pesertanya menyanyikan lagu-lagu orang dewasa dan semua bintang tamunya adalah penyanyi dewasa.
- Dampak dari semua ini, anak kecil-kecil udah pinter bicara cinta, pacar, dsb (walaupun masih dalam taraf pengertian anak-anak). Apalagi dengan makin suburnya sinetron-sinetron yang gak mendidik, tambah deh pendewasaan belum waktunya.
Memang sejak generasi Trio Kwek-Kwek, Joshua, Sherinna, Agnes Monica, Saskia-Giovanni, dkk, sebagai penyanyi cilik berakhir, belum ada yang bisa nerusin. Ga tahu, apa ini semua akibat zaman globalisasi yang menuntut para produsen musik tuk mengejar keuntungan dibanding moral atau karena sebab lain. Entahlah, yang jelas kondisi ini mengingatkanku pada penggalan lagu, “kalau cinta sudah direkayasa, banyak bocah dibuatnya dewasa”.
Seharusnya orang-orang industri musik ga boleh tinggal diam dengan kondisi ini. Kalau perlu pemerintah juga turut andil (semoga Pak Nuh membaca). Kasihan anak-anak sekarang.


3 komentar:
ahahahahhaha... jaman sekarang....
kadang-kadang juga emak bapak nya yang menjejalkan mereka dengan lagu-lagu orang dewasa....
wow.. puterin aja space toon di rumah terus2an.. tapi bener seh lagu anak2 berkurang amat sangad.. hikz.. dulu kita bahagia ya.. masa kecil kita dipenuhi penyanyi2 cilik.. bahkan ada program tv khusus di sctv cilukba.. gw tongkrongin ama nyokap gw di depan tv.. ci luk bah.. muahhhh...
hmmm...saya ada beberapa koleksi lagu-lagu anak..
siapa tahu bisa menambah perbendaharaan lagu-lagu kita..
orisionil gubahan saya, Zepe Heru Saputra.
Klik saja:
http://www.lagu2anak.blogspot.com
Posting Komentar