Senin, 02 Februari 2009

Unyi, Uyu dan Oyo Part 1

Ini cerita waktu aku masih kelas 3 SD. Saat itu aku masih tinggal di Kompleks perumahan PG.Takalar, sebuah kompleks milik PTPN XIV di Sulawesi Selatan, yang gambarannya mirip dengan Kompleks PN.Timah di Laskar Pelangi.
My name is OYO

Setiap ulang tahunku, kakak dan adikku, Eyang dan keluargaku di Surabaya tidak pernah lupa mengirimkan kami kado. Karena ulang tahun kami semua hampir berdekatan, kado ulang tahunnya biasanya dikirim setelah tanggal 17 Agustus (tanggal paling akhir diantara ulang tahun kami bertiga). Kado-kado itu merupakan salah satu hal yang paling kita tunggu-tunggu tiap tahun.

Lulico Lulul Yuyu.....alias UYU


Pada tahun 1996, tepatnya saat aku baru saja berulang tahun yang ke-8, kado yang dikirim dari Surabaya datang agak terlambat. Untuk menghemat ongkos kirim, pengiriman kadonya diundur menunggu barang dagangan mama yang digrosir dari Surabaya.
***
Suatu malam pada 26 September 1996, datang sebuah paket kiriman dari Surabaya ke rumah kami. Paket kiriman itu berupa kardus besar yang dibungkus kertas sampul coklat, di atasnya terdapat kertas putih yang bertuliskan nama mama dan alamat kami. Aku dan kedua saudaraku tak sabar membuka paket kiriman itu karena kami yakin itu pasti kado buat kami bertiga. Mama dan papa hanya mengawasi di sekitar kami.

Kenalin niy, UNYI


Satu persatu kertas sampul kami robek dengan diliputi rasa penasaran akan kado kami, setelah semua kertas sampul terbuang, kami masih harus berurusan dengan menggunting isolasi yang melekat di tiap tepi tutup kardus.
***


Kardus telah terbuka, dan yang pertama terlihat adalah tumpukan barang-barang dagangan mama yang berupa sprei, kain-kain dan tas. Tak terlihat sedikitpun mainan anak-anak alias kado yang kami nanti-nantikan. Satu persatu barang dagangan mama kami keluarkan bersama mama dan papa. Semakin berkurang barang-barang itu, semakin tampak benda berwarna ungu muda. Kami yakin itu pasti kado untuk kami dan setelah diangkat, ternyata benar itu kado kami.

Kado itu adalah kado dari Eyang Putri di Surabaya yang berupa tiga boneka bayi kecil, lucu, yang memakai piyama bayi lengkap dengan topi dan keranjang bayi berwarna ungu. Boneka bayi ini sangat lucu, beda dengan boneka bayi yang biasa aku lihat di toko-toko, seluruh tubuhnya terbuat dari busa yang sangat empuk dan wajahnya yang lucu terbuat dari bahan sejenis plastik keras.



Ketiga boneka ini mirip satu sama lain, yang membedakan hanya bentuk poni yang mencuat ditengah-tengah dahinya. Kakakku mengambil boneka yang poninya berbentuk spiral, aku mengambil yang poninya berbentuk seperti koma dan adikku yang berbentuk bulat.


Tak lama kemudian aku memikirkan nama yang lucu untuk boneka baruku ini. Namanya sangat panjang dan konyol, “Lunico Lulul Yuyucuyu Ceuyu Ceunyul Ailul Fisalul Putri Imut Lucu”, panggilannya Uyu. Kemudian adikku menyusul memberi nama bonekanya Oyo yang nama lengkapnya Loni Lolol. Lalu kakakku juga memberi nama bonekanya dengan nama yang tidak seberapa jauh dari nama sebelumnya, Luni Lilil alias Unyi.
Sejak itu Uyu, Unyi dan Oyo menjadi boneka kesayangan kita masing-masing. Mereka ditempatkan di tempat spesial yang bersih dan bagus. Setiap ada yang mau menyentuh mereka bertiga, tangannya harus bersih, kalau perlu harus cuci tangan dulu sebelum menyentuh mereka ^_^. Dan kami telah menetapkan tanggal 26 September 1996 sebagai tanggal lahir Unyi, Uyu dan Oyo.

0 komentar: