Saat itu, dibanding kakakku, aku dan adikku memang lebih kekanak-kanakan. Kakakku gak terlalu suka main boneka, dia cenderung lebih suka membaca, bergaul dan menonton TV. Sementara aku dan adikku, lebih sering main rumah-rumahan dengan Uyu dan Oyo sebagai toko utamanya.
Aku yang berkepribadian melankolis, sering membuat cerita rumah-rumahan itu menjadi cerita sendu yang penuh penderitaan. Aku dan adikku ceritanya hidup bertetangga, adikku orang kaya raya dan dengan konyolnya aku sendiri memilih peran sebagai orang miskin yang mengayuh becak dan mengelola warung kecil. Setiap episode, aku membuat skenario permainan itu menjadi sangat melankolis dimana adikku adalah tetangga kaya yang sombong yang suka menghina aku dan Uyu. Aku dan Uyu sangat menderita, makanpun kami susah. Hikshikssiks :(Bila ke sekolah kami mengayuh sepeda butut (sepeda-sepedaan ini aku buat dari kursi beroda). Sementara adikku dan Oyo menggunakan mobil ke sekolah dan hidup dalam kemewahan.
Kami berlakon sedimikan rupa sok menghayati dan tak jarang permainan rumah-rumahan ini malah berujung dengan pertengkan. Huh, dasar anak-anak!
***
Lalu bagaimana dengan si Unyi ? Dalam permainan rumah-rumahan ini, Unyi jarang menjadi tokoh utama. Ia menjadi pemeran utama hanya bila kakakku ikut main tapi bila kakakku gak ada, Unyi hanya menjadi figuran.
Hehehehe
***


Hal yang paling konyol dari permainan rumah-rumahan yang saat itu hampir tiap hari kami mainkan adalah perayaan ulang tahun Uyu, Unyi dan Oyo, yang dirayakan tiap minggu atau tiap bulan bahkan bisa tiap hari. Jadi kapan aja kami mood untuk main pesta-pesta ulang tahunan, kami akan membuat pesta-pestaan. Undangannya kami buat dari sisa-sisa buku tulis yang udah gak dipakai atau dari kertas sampul warna-warni dengan format sama dengan undangan ulang tahun anak-anak. Undangannya kurang lebih begini:
Buat temanku,......
Datanglah ke pesta ulang tahunku yang ke-2 tahun 1 minggu 2 hari
di Jalan Melati 222 PG.Takalar
Kehadiranmu sangat kunantikan
Terima Kasih
Sobatmu,
Oyo/Unyi/Uyu
Teman-teman yang diundang tiada lain tiada bukan adalah boneka-boneka kami lainnya yang menjadi kurang kasih sayang sejak kehadiran Uyu, Unyi dan Oyo..Hehehehe...Kadonya juga ada lho yaitu benda-benda apa aja di kamar kami bisa buku, pensil, baju-baju di lemari, yang dibungkus dengan kertas koran.
***
Orang yang paling menderita akibat pesta-pestaan itu adalah Mbak Ti karena kami adalah bocah yang tak bertanggung jawab, setelah selesai bermain, kertas-kertas itu tidak kami buang dan dibiarkan berserakan di kamar. Jadi Mbak Ti harus bekerja lebih banyak untuk membersihkan kamar tidur kami. Maafkan kami Mbak!! ;)
Teman-teman yang diundang tiada lain tiada bukan adalah boneka-boneka kami lainnya yang menjadi kurang kasih sayang sejak kehadiran Uyu, Unyi dan Oyo..Hehehehe...Kadonya juga ada lho yaitu benda-benda apa aja di kamar kami bisa buku, pensil, baju-baju di lemari, yang dibungkus dengan kertas koran.
***
Orang yang paling menderita akibat pesta-pestaan itu adalah Mbak Ti karena kami adalah bocah yang tak bertanggung jawab, setelah selesai bermain, kertas-kertas itu tidak kami buang dan dibiarkan berserakan di kamar. Jadi Mbak Ti harus bekerja lebih banyak untuk membersihkan kamar tidur kami. Maafkan kami Mbak!! ;)


0 komentar:
Posting Komentar